Membagikan Informasi Kesehatan Teraktual

Nokturia, Terbangun karena Kebelet Kencing di Tengah Malam

Nokturia, Terbangun karena Kebelet Kencing di Tengah Malam – Terbangun karena suara berisik, mimpi, atau suara alarm mungkin udah biasa. Namun apakah Anda pernah terbangun akibat ingin membuang air kecil alias kencing? Jika iya, Anda patut sangsi pengalaman ini termasuk nokturia.

Nokturia, Terbangun karena Kebelet Kencing di Tengah Malam

nokturia-terbangun-karena-kebelet-kencing-di-tengah-malam

Harrina Erlianti Rahardjo, Ketua Indonesian Society of Female and Functional Urology (INASFFU) sekaligus Staf Medis Departemen Urologi FKUI-RSCM mengatakan nokturia merupakan berapa kali periode berkemih (kencing) pas tidur utama. Tidur utama artinya tidur panjang dalam sehari. Umumnya orang punyai porsi tidur utama di malam hari, tapi bukan tidak mungkin tidur utama termasuk sanggup di siang hari. Harrina menyebutkan tidur utama di siang hari umum dilakukan orang yang bekerja di malam hari.

Kunci untuk mengenali nokturia adalah pas Anda terbangun untuk kencing, sesudah itu ini diikuti permintaan untuk lagi tidur.

“Normalnya, orang tidak terbangun (saat tidur utama). Dalam beberapa riset, nokturia relevan dengan problem kualitas hidup, termasuk risiko terkena penyakit penyerta. Frekuensi kencing dua kali atau lebih dalam semalam. Namun bangun sekali pun termasuk termasuk nokturia,” kata Harrina pas webinar dengan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dan INASFFU

Dia melanjutkan kencing di tengah tidur utama sering dianggap sesuatu yang wajar. Padahal nokturia perlu dievaluasi. Jika dibiarkan, nokturia sanggup membuat kualitas tidur terganggu dan tidak jarang mengganggu kualitas hidup.

Saat tidur terganggu, keesokan hari mood jadi jelek, performa kerja terganggu karena manfaat kognitif menurun. Nokturia pun terkait dengan kejadian jatuh di kamar mandi, kecelakaan kerja termasuk kecelakaan lalu lintas akibat atensi mengalami penurunan disempurnakan rasa capek karena istirahat kurang.

Aktivitas berkemih atau kencing sesungguhnya terkait dengan asupan cairan. Nokturia sanggup disebabkan diet harian dan asupan cairan amat banyak lebih-lebih jelang tidur. Namun Harrina berkata, asupan cairan bukan satu-satunya penyebab nokturia. Selain asupan cairan, berikut beberapa penyebab nokturia.

– saluran kemih overaktif akibat prostat
– persoalan pada ginjal, semisal gagal ginjal
– problem hormon, semisal punyai diabetes melitus
– problem tidur, semisal insomnia, mengorok
– kondisi kardiovaskular, semisal mengkonsumsi obat untuk jantung yang sanggup membuat kencing
– diet, mengkonsumsi pangan tinggi garam dan gula

“Ada hal-hal sederhana yang sanggup dilakukan untuk memperbaiki kondisi nokturia layaknya mengkonsumsi pangan rendah garam dan kalori, sesudah itu menghalangi asupan cairan lebih-lebih jelang tidur. Jenis yang direkomendasi selamanya air putih,” ujarnya.

Akan tapi pas nokturia tidak beralih atau jadi parah, sebaiknya Anda datang ke dokter. Dari sini dokter bakal mengecek kondisi tubuh secara total termasuk catatan harian berkemih, cek urin termasuk pemeriksaan urin pascaberkemih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *